Proses Mutasi Mobil Ke Padang – Part 2

Sambungan dari part 1

Suasana di SAMSAT Padang

Suasana di SAMSAT Padang

Sekitar sebulan, berkas si Suklat dari sebrang pulau akhirnya keluar juga, makasih pada mbak Anggrek yang sudah bantu kami dari sana. Untuk cabut berkas di daerah ibukota jawa timur ane kena biaya 650 ribu plus ongkir tentunya.

Setelah dapet berkasnya ane segera meluncur ke Polantas Padang di Jl.Nipah, awalnya ane ke Samsat dulu tapi ternyata prosedurnya harus diproses dulu di Polantas. (Bolak-balik karena belum ada petunjuk alur pengurusanyang jelas). Di kantor polantas proses berikut yang musti ane lakukan. Pertama, daftar mutasi dan cek dokumen berkas cabutan dari daerah asal plus cek fisik lagi oleh petugas cek fisik biaya 25 ribu (tanpa kuitansi). Setelah cek fisik berkas diminta untuk ditinggal saja karena akan dilakukan crosschek lagi ke daerah asal oleh polantas padang guna memastikan bahwa berkas yang kita bawa bukan berkas palsu, menurut petugas proses ini membutuhkan waktu kurang lebih 10 hari dan dikenakan biaya 100 ribu (tanpa kuitansi).

Karena sibuk, ane balik lagi ke kantor Polantas 3 minggu kemudian untuk mengambil berkas, sempat 2 kali balik karena ternyata setelah 3 minggu berkas belum selesai diproses, padahal dijanjikan 10 hari🙂 . Selanjutnya saya diminta bayar ke Bank untuk pembelian BPKB baru, STNK baru dan Plat Nopol baru total untuk roda 4 sebesar 300 rb (ada bukti pembayaran). Setelah itu ane dapet lagi berkas lama yang sama plus beberapa lembar pengesahan dari polantas padang. Ane diminta bawa berkas tersebut ke samsat untuk bayar pajak plus ngambil STNK dan plat NOPOL. Sementara untuk BPKB diambil seminggu kemudian di kantor polantas padang.

Ane meluncur ke Samsat untuk bayar pajak, pertama berkas diperiksa petugas didepan pintu masuk kemudian diberi formulir dan sekaligus dibantu mengisikannya🙂 lalu ane diminta memasukkan berkas ke loket pendaftaran mutasi, ada dua polwan yang bertugas di sana. Berkas ane kasih dan ane diminta menunggu, katanya sih agak lama tapi ternyata setelah sekitar 1,5 jam menunggu jam istirahat siang pun tiba dan berkas tak kunjung selesai😦 ane iseng nanya ke petugas, dan bagai disambar petir (lebay) katanya “pak biasanya kalau berkas mutasi ditinggal saja, karena kami musti memasukkan data bapak ke sisitem dan itu lama prosesnya, jadi besok aja bapak balik lagi ke sini” gubrak… dari tadi kek dibilangnya…

Keesokan harinya ane ke Samsat dan ane temui lagi petugas yang sama, “gimana dek udah jadi berkas saia ?” dan setelah dicek, “wah belum juga pak silahkan tunggu sebentar lagi ya”. Akhirnya ane nongkrong lagi di kursi tunggu di samsat. Sambil nunggu ane lihat banyak “orang umum” yang lalu lalang membawa tas kecil di pundak dan berkas segepok berkerumun dari meja satu ke meja lainnya di ruangan yang mustinya steril dari orang umum (petugas only). Apa mungkin mereka calo ya…🙂 Ah gamau suuzan deh, karena mereka terlihat akrab dengan petugas yang punya meja🙂  mungkin sebenarnya mereka juga petugas Samsat yang lupa pakai seragam🙂 atau karena seragamnya belum kering dicuci🙂

tanda terima penyerahan berkas

tanda terima penyerahan berkas

Setelah 30 menit berlalu tak ada juga panggilan, akhirnya ane tanya lagi, dan katanya “oiya bapak yang tadi ya, sebentar pak saya carikan berkasnya” petugas muda nan energik itu bergegas dengan merasa bersalah (sok tahu) menelusuri keberadaan berkas ane. Dari jauh terlihat ia membuka tumpukan berkas di salahsatu meja dan didapatinya sebuah berkas yang ane yakin itu punya ane (ketahuan dari warna mapnya). Setelah itu ‘dikawalnya’ map ane ke sebuah ruangan dan ditutup pintunya. Tak lama kemudian dia keluar dari ruangan misterius (lebay lagi) dan menghampiri ane sembari menyerahkan secarik kertas ia berkata “berkasnya sudah oke pak, ini datanya silahkan diperiksa dulu pastikan nama dan alamatnya benar dan setelah itu silahkan bayar pajaknya di kasir 1, kemudian tunggu di loket stnk untuk menerima stnk baru kemudian ke ruang sebelah loket stnk untuk mengambil plat nomor baru”. Alhamdulillah sepertinya bisa selesai hari ini.

Langkah ane selanjutnya antri di kasir dan mbayar pajak, setelahnya ane nunggu di loket stnk. Ternyata lagi – lagi, di loket penyerahan stnk ini ada ujian kesabaran berikutya. Setelah antri cukup lama menunggu panggilan penyerahan STNK akhirnya ada ibu-ibu petugas yang minta tanda terima pajak ane, kemudian dicermatinya sejenak dan berucap “bapak ngurus mutasi ya, besok aja ke sini lagi karena yang ngurusi stnk mutasi sedang ada acara” Gubrak… (betewe yang ngurusi stnk mutasi cuma satu orang aja yang bisa) Padahal di standar pelayanan yang tercetak jelas di dalam ruangan itu menyebutkan kalau proses mutasi bisa selesai dalam 50 menit, tapi ini sampai 3 hari.. Rasanya pengin minta diwawancari ama mbak-mbak dari tvri yang kebetulan hari itu sedang meliput kantor samsat kemudian bilang gini “sepertinya standar 50 menit itu perlu ditelusuri lagi, dulu cara menghitungnya pakai jam merk apa”🙂

Oke hari ke tiga ane dateng, sempat melalui loket tapi karena ibu-ibu itu sepertinya sedang sibuk dengan hp nya ane langsung aja masuk ke ruangan dimana ibu-ibu itu berada🙂 dan bertanya “bu, berkas saya ini sudah jadi belum ya, sudah saya masukkan dari kemarin “. Ibu petugas segera menghentikan aksi sibuk dengan hp nya dan segera mencari berkas ane. Dan ta da… (lebay lagi) … Alhamdulillah sudah jadi. Selanjutnya ane ke ruang sebelah untuk mencari “ID CARD” baru untuk si suklat. Dan ternyata terasa benar lebih cepat kalau langsung masuk aja ga lewat loket🙂

Akhirnya selesai jua… senangnya hati ini… Alhamdulillah.. Sesuatu Hahahaha “Sujud syukur” perjuangan tidak sia-sia.. Tanpa Calo .. meski ada juga pungutan tanpa kwitansi ..🙂

Semoga bermanfaat

7 comments on “Proses Mutasi Mobil Ke Padang – Part 2

  1. Ping-balik: Proses Mutasi Mobil Ke Padang – Part 1 « ngeblog sak isoku…

  2. makasih banyak infonya mas, saya kebetulan mau ngurus mutasi dari lampung ke padang juga, tp sekilas baca2 pengalamannya baru nyadar ternyata lama juga proses, saya pikir seminggu dua minggu bisa selesai…

  3. Wah trimakasih infonya gan.. Ane juga mo balik nama AKAP (antar kota antar propinsi). Ternyata banyak lebaynya ya??? Dan info pembayaran yg tanpa kwitansi itu ternyata lain2 besarannya di lain2 tempat. Hehe….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s